Rabu, 22 Juni 2011

Mimpi

Kemarin malam saya tidur larut karena ada banyak hal yang harus saya selesaikan. Saking lelahnya, saya tidak tahu  bagaimana tepatnya tiba-tiba saya bisa tertidur pulas. Tapi kemudian, saya dibangunkan oleh sebuah mimpi kira-kira 20 menit sebelum Adzan Shubuh terdengar.

Dalam mimpi itu terlihat saya sedang berkunjung ke rumah Ibu. Tidak tergambar detailnya bagaimana. Tapi ketika akan pulang dan membuka pintu pagar, saya melihat mobil sedan berwarna putih berjarak beberapa meter dari tempat saya berdiri bergerak maju ke arah saya.

Setelah saya perhatikan, ternyata pengendara mobil itu adalah Almarhum Apa. Lalu saya berhambur lari menghampiri mobil itu sambil berkata, “Apa, bade uih langsung?”

Beliau kemudian menjawab, “Hayu, bareng weh jeung Apa.”

Saya kemudian membuka pintu bagian depan karena di kursi belakang sudah ditempati Mamah. Tapi anehnya, tiba-tiba dua sepupu saya yang masih kecil ikut duduk di belakang bersama Mamah.

Perlahan mobil kami bergerak. Apa kemudian menutup jendela pintu yang agak terbuka di sebelah saya. “Tutupan nya …” begitu katanya.

Wajah beliau terlihat begitu jelas dari samping. Saya kemudian berkata, “Pa, ka bumi wae ieu teh?

“Jalan-jalan heula weh nya… Di Wanaraja aya tempat makan nu enak. Urang ka saung.” begitu beliau menjawab.

Setelah itu, entah bagaimana tiba-tiba saja saya dan mamah ada di sebuah pusat perbelanjaan. Mamah terlihat sibuk memilih ini dan itu. Ada sedikit adegan yang bisa yang saya ingat dari frame ini. Mamah memanggil saya untuk memilihkannya sepatu yang bagus. Saat itu saya sedang berjongkok dan memasukkan sepaket kosmetik ke dalam sebuah keranjang kecil hingga keranjang itu penuh.

Saya kemudian bangkit berdiri mendekati Mamah; memilihkannya sepatu tanpa hak berwarna coklat, warna kesukaan saya. Sepatu itu pas sekali di kaki Mamah. Ini adalah hal aneh yang ke sekian. Mamah bukan tipe perempuan yang senang berbelanja. Membesarkan enam orang anak – ditambah saya – membuat Mamah kehabisan banyak waktu untuk dirinya sendiri.

Seolah berpindah dari setting yang satu ke setting yang lain, saya dan Apa kemudian tiba di gang dekat rumah. Tapi, hanya kami berdua. Setelah itu, saya langsung terbangun dengan rasa sesak di dada. Entah kenapa tiba-tiba saya menangis.

Dibanding anak-anak Apa, saya memang yang paling sering memimpikan beliau. Mereka hanya sekali atau paling banyak dua kali memimpikan beliau, bahkan Mamah tidak pernah sama sekali, sedangkan saya sudah tak terhitung. Tapi, dari sekian banyak mimpi yang saya alami, saya tidak pernah bisa melihat wajah beliau sejelas akhir-akhir ini. Ya… dua minggu belakangan, terhitung empat kali saya memimpikan Apa.

Mimpi saya yang kemarin membuat perasaan saya campur aduk. Tanpa alasan yang pasti, perasaan saya digiring dengan rasa khawatir yang begitu besar pada Mamah. Tinggal beberapa bulan waktu yang bisa saya lewati bersama beliau dalam seminggu penuh. Bahkan mungkin jika Allah mengizinkan, separuh Ramadhan akan saya habiskan di kota lain. Kemudian nantinya, mungkin hanya dua hari saja saya bisa tinggal di Garut. Itu pun untuk mengejar pekerjaan. Lima hari sisanya, sudah saya putuskan untuk tinggal di Bandung saja.

Saya terlalu berani membayangkan kehilangan hingga saya begitu ketakutan. Saya tahu, saat itu pasti akan tiba. Entah saya yang meninggalkan atau saya yang ditinggalkan. Saya tahu!

Ya Allah, tiba-tiba hamba merasa begitu lelah. Sejenak hamba tak peduli mimpi-mimpi dunia. Capek… T.T

Sepulang kerja, saya sempat mampir ke makam Apa untuk berziarah. Melihat sekeliling, tiba-tiba teringat lagu Michael Buble, “Home”.

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

May be surrounded by

A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you

Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane

Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home

I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life

It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
'Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come

And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by

A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home

I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Tidak ada komentar:

Posting Komentar